MOTIVASI BERPRESTASI
Berprestasi
adalah idaman setiap individu, baik itu prestasi dalam bidang pekerjaan,
pendidikan, sosial, seni, politik, budaya dan lain-lain. Dengan adanya prestasi
yang pernah diraih oleh seseorang akan menumbuhkan suatu semangat baru untuk
menjalani aktifitas.
Pengertian motivasi berprestasi didefinisikan
sebagai usaha mencapai sukses atau berhasil dalam kompetisi dengan suatu ukuran
keunggulan yang dapat berupa prestasi orang lain maupun prestasi
sendiri. Kebutuhan untuk berprestasi menurut McClelland adalah suatu
daya dalam mental manusia untuk melakukan suatu kegiatan yang lebih baik, lebih
cepat, lebih efektif, dan lebih efisien daripada kegiatan yang dilaksanakan
sebelumnya. Ini disebabkan oleh virus mental. Virus mental tersebut
merupakan suatu fikiran yang berhubungan dengan bagaimana melakukan sesuatu
dengan baik, lebih cepat lebih efisien dibanding dengan apa yang telah
dilakukan sebelumnya
Dari pendapat tersebut Alex
Sabur mengartikan bahwa dalam psikis manusia, ada daya yang mampu
mendorongnya ke arah suatu kegiatan yang hebat sehingga dengan daya tersebut,
ia dapat mencapai kemajuan yang teramat cepat. Daya pendorong
tersebut dinamakan virus mental, karena
apabila berjangkit di dalam jiwa manusia, daya tersebut akan berkembang biak
dengan cepat. Dengan kata lain, daya tersebut akan meluas dan menimbulkan
dampak dalam kehidupan.
McClelland juga berpendapat tentang
motivasi berprestasi. McClelland dan Atkinson
menyebutkan ”Setiap orang mempunyai tiga
motif yakni motivasi berprestasi (achievement motivation),
motif bersahabat (affiliation motivation) dan motif berkuasa (power
motivation)”. Dari ketiga motif itu dalam penelitian ini akan difokuskan
pada motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi dapat untuk bekerja dan
belajar.
Menurut McClelland dan Atkinson
bahwa ”Achiement motivation should be characterzed by high hopes of success
rather than by fear of failure” artinya motivasi berprestasi merupakan
ciri seorang yang mempunyai harapan tinggi untuk mencapai keberhasilan dari
pada ketakutan kegagalan. Selanjutnya dinyatakan McClelland bahwa ”motivasi
berprestasi merupakan kecenderungan seseorang dalam mengarahkan dan
mempertahankan tingkah laku untuk mencapai suatu standar prestasi”. Pencapaian
standar prestasi digunakan oleh siswa untuk menilai kegiatan yang pernah
dilakukan. Siswa yang menginginkan prestasi yang baik akan menilai apakah
kegiatan yang dilakukannya telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Ahli lain yakni Gellerman menyatakan bahwa
orang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan sangat senang kalau ia
berhasil memenangkan suatu persaingan. Ia berani menanggung segala resiko
sebagai konsekwensi dari usahanya untuk mencapai tujuan. Sedangkan motivasi
berprestasi menurut Tapiardi adalah sebagai suatu cara berfikir tertentu
apabila terjadi pada diri seseorang cenderung membuat orang itu bertingkah laku
secara giat untuk meraih suatu hasil
atau prestasi.
Dari pendapat di atas dapat di pahami bahwa
dengan adanya motivasi berprestasi dalam diri individu akan menumbuhkan jiwa
kompetisi yang sehat, akan menumbuhkan individu-individu yang bertanggung jawab
dan dengan motivasi berprestasi yang tinggi juga akan membentuk individu
menjadi pribadi yang kreatif.
Motivasi berprestasi atau achievement
motivation merupakan suatu dorongan yang berhubungan dengan bagaimana melakukan
sesuatu dengan lebih baik, lebih cepat, lebih efisien dibandingkan dengan apa
yang telah dilakukan sebelumnya, sebagai usaha mencapai sukses atau berhasil
dalam kompetisi dengan suatu ukuran keunggulan yang dapat berupa prestasi orang
lain maupun prestasi sendiri
McClelland mengemukakan bahwa ada 6 karakteristik individu yang mempunyai
motivasi berprestasi yang tinggi, yaitu :
1) Perasaan yang kuat untuk mencapai
tujuan, yaitu keinginan untuk
menyelesaikan tugas dengan hasil yang
sebaik-baiknya.
2) Bertangungjawab, yaitu mampu
bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan menentukan masa depannya, sehingga apa yang dicitacitakan berhasil
tercapai.
3) Evaluatif, yaitu menggunakan umpan
balik untuk menentukan tindakan yang
lebih efektif guna mencapai prestasi,kegagalan yang dialami tidak
membuatnya
putus asa, melainkan sebagai pelajaran untuk berhasil.
4) Mengambil resiko “sedang”, dalam arti
tindakan-tindakannya sesuai dengan
batas kemampuan yang dimilikinya.
5) Kreatif dan inovatif, yaitu mampu
mencari peluang-peluang dan menggunakan
kesempatan untuk dapat menunjukkan potensinya
6)Menyukai tantangan, yaitu senang akan
kegiatan-kegiatan yang bersifat prestatif dan kompetitif.
McClelland menyatakan
bahwa orang yang mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi, adalah sebagai berikut :
a. Mempunyai tanggung jawab pribadi.
Siswa yang mempunyai motivasi berprestasi akan
melakukan tugas sekolah atau bertanggung jawab terhadap
pekerjaannya. Siswa yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan
akan puas dengan hasil pekerjaan karena merupakan hasil usahanya sendiri.
b. Menetapkan nilai yang akan dicapai atau menetapkan
standar unggulan.
Siswa menetapkan nilai yang akan dicapai. Nilai itu lebih
tinggi dari nilai sendiri (internal) atau lebih tinggi
dengan nilai yang dicapai oleh orang lain (eksternal). Untuk mencapai nilai
yang sesuai dengan standar keunggulan, siswa harus menguasai secara
tuntas materi pelajaran.
c. Berusaha bekerja kreatif.
Siswa yang bermotivasi tinggi, gigih dan giat mencari cara yang
kreatif untuk menyelesaikan tugas sekolahnya. Siswa mempergunakan
beberapa cara belajar yang diciptakannya sendiri, sehingga siswa lebih
menguasai materi pelajaran dan akhirnya memperoleh prestasi yang tinggi.
d. Berusaha mencapai cita-cita
Siswa yang mempunyai cita-cita akan berusaha sebaik-baiknya
dalam belajar atau mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar. Siswa akan
rajin mengerjakan tugas, belajar dengan keras, tekun dan ulet dan tidak mundur
waktu belajar. Siswa akan mengerjakan tugas sampai selesai dan bila mengalami kesulitan
ia akan membaca kembali bahan bacaan yang telah diterangkan guru, mengulangi
mengerjakan tugas yang belum selesai. Keberhasilan pada setiap
kegiatan sekolah dan memperoleh hasil yang baik akan memungkinkan siswa
mencapai cita-citanya.
e. Memiliki tugas yang moderat.
Memiliki tugas yang moderat yaitu memiliki tugas yang tidak
terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. Siswa dengan motivasi berpretasi yang
tinggi, yang harus mengerjakan tugas yang sangat sukar, akan tetapi mengerjakan
tugas tersebut dengan membagi tugas menjadi beberapa bagian, yang
tiap bagian lebih mudah menyelesaikanya.
f. Melakukan kegiatan sebaik-baiknya
Siswa yang mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi akan
melakukan semua kegiatan belajar sebaik mungkin dan tidak
ada kegiatan lupa di kerjakan. Siswa membuat kegiatan belajar dari mentaati
jadwal tersebut. Siswa selalu mengikuti kegiatan belajar dan
mengerjakan soal-soal latihan walaupun tidak disuruh guru serta
memperbaiki tugas yang salah. Siswa juga akan melakukan kegiatan
belajar jika ia mempunyai buku pelajaran dan perlengkapan belajar yang
dibutuhkan dan melakukan kegiatan belajar sendiri atau bersama secara
berkelompok.
g. Mengadakan antisipasi.
Mengadakan atisipasi maksudnya melakukan kegiatan untuk
menghindari kegagalan atau kesulitan yang mungkin terjadi. Antisipasi dapat
dilakukan siswa dengan menyiapkan semua keperluan atau peralatan
sebelum pergi ke sekolah. Siswa datang ke sekolah lebih cepat dari
jadwal belajar atau jadwal ujian, mencari soal atau jawaban untuk
latihan. Siswa menyokong persiapan belajar yang perlu dan membaca materi
pelajaran yang akan di berikan guru pada hari berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar