WUJUDKAN GENERASI EMAS
INDONESIA KUAT
Oleh : Nunung Lusiana Margawati,SPd.,MPsi.
Guru BK SMP Negeri IV Kota Madiun
Peran remaja jaman now sebagai fondasi dan pilar untuk mewujudkan “Generasi Emas Indonesia Kuat”. Generasi emas Indonesia Kuat terwujud sebagai produk remaja jaman now yang mampu menyikapi secara positif pengaruh pesatnya perkembangan tehnologi dan pengetahuan yang ditandai dengan berbagai ancaman dan tantangan. Ancaman dan tantangan yang harus dihadapi para renaja mau tidak mau adanya perkembangan tehnologi komunikasi yaitu gadget. Disatu sisi gadget tercipta sebagai alat untuk mempermudah komunikasi tanpa harus tatap muka dan dapat mengakses informasi yang lain dengan mudah. Sedangkan disisi lain hadirnya gadget membawa juga pengaruh negatif remaja jaman now melalui akses internet yang menyajikan pesan negatif yang menyebabkan remaja terjerumus kenakalan jaman now. Sebenarnya gadget tidak hanya menimbulkan dampak negatif bagi remaja, karena juga membawa dampak positif, diantaranya dalam pola pikir remaja yaitu mampu membantu remaja dalam mengatur kecepatan berpikir dan mengolah strategi dalam melaksanakan kegiatan. Akan tetapi dibalik dampak positif tersebut lebih dominan pada dampak negatif yang berpengaruh terhadap perkembangan remaja.Salah satunya selain memotivasi perilaku menyimpang adalah radiasi dalam gadget dapat merusak jaringan syaraf dan otak remaja bila remaja sering menggunakan gadget. Selain itu, juga dapat menurunkan daya aktif remaja dan kemampuan remaja untuk berinteraksi dengan orang lain. Remaja menjadi lebih individual dengan zona nyamannya bersama gadget sehingga kurang memiliki sikap peduli terhadap teman bahkan orang lain yang ada disekitarnya.
Sedangkan
masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa yang
mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik . Masa
remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting ditandai
dengan adanya rasa ingin tau atau mulai tertarik dan ingin coba-coba. Sedangkan tugas-tugas perkembangan masa remaja yang
harus dilaksanakan adalah memperoleh sejumlah norma – norma
dan nilai – nilai positif, belajar memiliki peran sosial sesuai dengan jenis
kelamin masing– masing , mengembangkan kecakapan intelektual dan konsep –
konsep tentang kehidupan bermasyarakat, serta memiliki konsep – konsep tentang
tingkah laku sosial yang perlu untuk kehidupan bermasyarakat.
Media Internet melalui gadget sebagai salah satu pemicu ancaman dan tantangan yang harus dihadapi remaja jaman now. Salah satu
kelemahan media internet yang paling nyata mudah diakses dan
merusak adalah item-item asusila yang tak bermoral . Media pertemanan
pun dipergunakan untuk saling berbagi item-item tak bermoral maupun pemicu perkelahian. Bahkan di berbagai daerah pernah ditemukan kasus banyaknya anak mulai usia dini sampai remaja terlibat
perilaku tak bermoral
atau asusila sampai berujung
pernikahan dini. Para remaja menjadi lupa
waktu, bahkan sampai membolos sekolah untuk mengakses game on line maupun film
porno bahkan coba-coba untuk mempraktekkan , hal ini
menunjukkan gejala perilaku kenakalan pada remaja. Media internet mempunyai peranan yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kenakalan remaja, yang memicu
timbulnya perilaku dursila seperti: perkelahian; bullying, perkataan kotor, kasar, dan tidak senonoh; penipuan,
pemalsuan identitas, perkosaan, pelecehan seksual, membolos sekolah, dan berbohong kepada orang tua.
Sedangkan dampak negatif gadget melalui media internet dalam perkembangan moral dapat terjadi karena
adanya kesempatan dan kemudahan untuk mengunduh isi situs secara illegal
tanpa ijin. Berkaitan dengan hal ini
banyak orangtua yang mengajarkan anak-anaknya untuk tidak melanggar norma bahkan
mungkin memberikan hukuman bila anaknya melakukan pelanggaran. Namun
ironisnya, bila hal tersebut dilakukan dengan perangkat gadget (contohnya mengunduh
secara illegal baik lagu atau film porno dengan berbagai cara), maka punishment
dari orangtua sering dan bahkan tidak pernah diterapkan.
Sedangkan faktor-faktor yang memotivasi terjadinya kenakalan remaja, menurut Sigmund Freud dalam Sudarsono (2015), mengemukakan bahwa sebab utama dari perkembangan tidak
sehat, ketidak mampuan menyesuaikan diri, dan kriminalitas remaja terjadi karena adanya konflik-konflik mental, rasa tidak dipenuhi
kebutuhan pokoknya seperti rasa
aman, dihargai, bebas memperlihatkan kepribadian dan lain-lain.
Oleh karena itu remaja di jaman now
diharapkan mampu menjauhkan diri dan terbebas dari segala ancaman dan tantangan
negatif yang dapat merusak pribadi khususnya serta dapat merusak bangsa pada
umumnya. Pengaruh negatif dari penyalah gunaan gadget menjadi wabah yang tidak
hanya merusak pribadi remaja tetapi menghancurkan sebuah generasi penerus
bangsa. Remaja sebagai pondasi generasi
penerus bangsa dituntut dapat memanfaatkan gadget secara positif dan menjauhkan diri dari unsur-unsur
yang dapat merusak dirinya secara pribadi dan merusak bangsa
secara umum. Remaja jaman now diharapkan dapat membangun sikap disiplin, taat aturan, punya
kemauan yang tinggi untuk berprestasi, jujur,bertanggung jawab dan jauh dari
sikap negatif yang menghancurkan masa depan. Walaupun kecil,hal-hal seperti
inilah yang dapat mewujudkan mimpi-mimpi remaja sebagai Generasi Emas Indonesia
Kuat.
Solusi untuk mewujudkan generasi emas Indonesia
kuat dapat ditempuh melalui tiga upaya, yaitu tindakan preventif , yang dapat dilakukan dilingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat; Fungsi keluarga disini sebagai fungsi pemeliharaan yaitu berupa kewajiban
berusaha melindungi anak dari berbagai ancaman dan tantangan . Keluarga diharapkan dapat memberi suri tauladan dan mampu menciptakan rumah ramah anak sehingga anak merasa nyaman
dan dapat berkembang secara positif sesuai tugas-tugas perkembangan.
Selain peran keluarga tentunya peran pendidik,
masyarakat dan pemerintah tetap
memegang andil.
Sedangan tindakan kuratif ; memblokir situs-situs porno maupun game on line dan menyediakan sarana dan
prasarana untuk mengisi waktu luang serta mengadakan sosialisasi
pembinaan khusus untuk
memperbaiki sikap maupun tingkah laku
remaja yang menyimpang sehingga mereka kembali memperoleh kedudukannya yang
layak di tengah-tengah masyarakat dan berfungsi secara wajar; serta pembinaan agama yang difokuskan pada ketaatan
menjalankan ibadah sesuai norma maupun etika dalam agama dan
menjahui semua larangan agama.
Tidak dapat dipungkiri ancaman dan tantangan di depan mata khususnya bagi remaja sebagai generasi muda kita sedang menghantui. Oleh karenanya para remaja kita perlu mengalami perubahan atau revolusi dalam berbagai aspek kehidupan khususnya dalam menyikapi perkembangan tehnologi maupun pengetahuan serta cara berpikir dan berperasaan berdasarkan atas nurani yang tercermin pada perilaku mereka. Jadi perlu ada perubahan cara berpikir, berperasaan dan bertindak secara positif sehingga remaja tersebut dapat berperilaku sejalan dengan norma yang berlaku dan hati nuraininya. Dibutuhkan terjadinya revolusi mental tidak hanya berupa keadaan sehat dan normal serta bebas dari penyakit melainkan sehat secara fisik dan psikis maupun sosial serta mampu menyikapi ancaman dan tantangan di jaman now secara positif sehingga tercapainya tujuan yang diharapkan
Perilaku remaja yang tidak selektif dalam pengunaan gadget menimbulkan keresahan dan ancaman bagi bangsa. Menyadari begitu strategisnya peran dan fungsi yang melekat pada remaja diharapkan sebagai generasi penerus bangsa memilki motivasi yang kuat dan di latih agar dapat bertingkah laku menurut norma agama maupun norma sosial yang diakui dan mampu mengelola emosi, percaya diri , mampu mengenal diri sendiri luar dalam. Tidak hanya bentukan fisik atau kecerdasan secara intektual melaikan kecerdasan secara emosional dan spiritual penting untuh diasah serta diterapkan.
Pada akhirnya berbagai persoalan yang dihadapi remaja di jaman now sebagai generasi penerus bangsa merupakan tanggung jawab semua pihak bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan maupun keluarga. Keluarga dan lembaga pendidikan sebagai pondasi dasar perlu bersinergi dengan para pihak terkait. Tanggung jawab “Mewujudkan Generasi Emas Indonesia Kuat” tidak bisa seenaknya hanya dibebankan ke salah satu pihak tertentu saja. Pemerintah dalam hal ini juga wajib andil melalui kewenangannya menutup situs-situs yang membahayakan masa depan remaja serta menggalakkan perilaku teladan yang sehat dan produktif, kreatif bagi setiap elemen masyarakat. Sehingga tercipta masyarakat dan generasi muda Indonesia yang jujur,bertanggung jawab, amanah, adil, konsisten berpikir positif , dewasa , disiplin, taat beribadah serta berinisiatif, bekerja keras, bersemangat, mandiri, peduli sosial, cinta tanah air, cinta damai, demokratis, visionir ( berpikir jauh ke depan ), menghargai waktu dan tercapainya tujuan .
Remaja sebagai fakta historis generasi penerus bangsa
menjadi salah satu bukti pionir dalam mewujudkan “ Generasi Emas Indonesia Kuat
“. Sedangkan pendidikan adalah kunci
produk manusia yang terdidik, dicetak, dikerjakan berjalan ke arah visi misi yang
sudah disepakati secara nyata mulai bahu membahu untuk menghasilkan generasi emas indonesia kuat secara
intelektual, matang secara emosi, dan terpenuhi secara spiritual. Ketika
kecerdasan itu mampu bersinergi dalam setiap pikiran, hati dan perilaku generasi muda, maka masa depan Indonesia
sebagai negara yang kuat, megah, dan
bermartabat tentu bukan lagi sekadar angan-angan tapi akan terwujud ‘Generasi Emas
Indonesia Kuat”.
Daftar Pustaka :
Hurlock, Elizabeth B. (2015). Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga.
Sofyan S. Willis. (2012). Remaja dan Masalahnya Mengupas Berbagai bentuk Kenakalan Remaja
seperti Narkoba, Freesex dan Pemecahannya. Bandung : CV Alfabeta.
Zulkifli L. (2014). Psikologi Perkembangan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Yusuf Syamsu. (2014). Psikologi Anak dan Remaja. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Kartini Kartono. ( 2014). Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Nashih Ulwan, Abdullah. (2014. Pendidikan Anak Menurut Islam (Pemeliharaan Kesehatan Jiwa
Anak). Bandung : PT. Rosda Karya.
Setiawan, T. (2015). Internet Untuk Anak: Panduan Wajib bagi Orang Tua, Yogyakarta: A ‘Plus Book
Sudarsono. ( 2015). Kenakalan Remaja, Jakarta: PT Rineka Cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar